Kamis, 12 Juli 2007


BAKMI KADIN:
Bakmi Kadin, Bakmi Jowo Super Laris
07/02/2006 11:18


Liputan kali ini adalah special request dari Ibu Pemred yang merasa terusik karena saya jarang sekali membahas mie di kolom wisata kuliner. Akhirnya Beliau merekomendasikan salah satu rumah makan bakmi paling beken di Jogja, Bakmi Kadin. Bakmi Kadin yang sudah melayani masyarakat sejak 1947 ini beralamat di Jl. Bintaran Kulon no.3 dan 6. Nama Kadin diambil dari bangunan Kamar Dagang dan Industri yang berada tepat di sebelahnya. (Lho, memang Kadin sudah ada di tahun 1947?)

Ternyata kebekenan Bakmi Kadin memang bukan isapan jempol belaka. Ketika saya datang kemarin malam (Senin), rumah makannya yang cukup luas ini dipadati puluhan pengunjung. Meja-meja makan besar dengan banyak kursi hampir 75 persennya terisi orang-orang yang ingin menikmati bakmi Jowonya yang khas. Di dinding tampak foto-foto para pesohor yang pernah mampir ke Bakmi Kadin.

Malam itu saya ditemani seorang sahabat untuk menjajal bakmi yang super laris ini. Kami memesan bakmi goreng dan godog sambil ditemani wedang bajigur yang juga menjadi ciri khas Bakmi Kadin. Bakmi godog pesanan saya datang duluan. Tampilannya biasa saja, malah mengingatkan pada hidangan supermi di rumah. Namun porsinya memang cukup menggiurkan. Tak lama menanti, bakmi gorengnya datang. Terus terang terlihat lebih menggoda dan berwarna daripada bakmi rebus yang pucat.

Karena masih panas, saya mencicipi kuahnya terlebih dahulu. Kuahnya gurih dan beraroma udang serta terasa sekali legitnya telur bebek. Meskipun kuahnya nikmat, saya tidak terlalu berselera dengan mienya. Sebenarnya ini yang membuat saya selama ini menolak membahas bakmi Jowo. Saya suka mie yang al dente, yang dimasak pas, tidak terlalu matang dan lunak. Padahal bakmi Jowo biasanya terkenal karena mienya yang lembek dan sangat matang, atau istilah Jawanya nyemek (apalagi karena ini bakmi godog, nyemeknya semakin terasa).

Bakmi gorengnya sami mawon. Lembek dan lengket. Tapi saya lebih suka versi gorengnya ini, gurihnya pas, dan kelegitan telur bebeknya benar-benar lezat. Yang benar-benar menyenangkan adalah wedang bajigurnya yang hangat, manis, dan beraroma jahe dengan potongan-potongan kecil kelapa muda yang terasa kenyal dan gurih. Sangat nikmat untuk diminum di malam yang dingin.

Kejutan lainnya terjadi di meja kasir. Lagi-lagi teori beken = (agak) mahal terbukti. Sepiring bakmi Jowo dihargai Rp 10.000. Kalau tidak pakai telur Rp 7000, versi istimewa Rp 14.000 dan yang spesial Rp 19.000. Terasa semakin mahal karena sebenarnya tidak terlalu sesuai dengan selera saya. Tapi bila Anda memang penggemar bakmi Jowo yang nyemek, saya jamin Bakmi Kadin akan memuaskan selera Anda. (ang)

Tidak ada komentar: